Rabu, 06 April 2011

THL 01: The Isamarean

Bahasa Inggris.  

Bagi sebagian orang, hal tersebut berarti bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi oleh kurang lebih 400 juta orang mempergunakannya sebagai bahasa pertama (first language) yang dipergunakan oleh mereka sejak lahir.  Bagi kurang lebih 1,8 milyar orang lainnya, Bahasa Inggris adalah sesuatu yang lazim dipergunakan untuk berkomunikasi dengan 400 juta orang yang disebutkan sebelumnya, baik untuk alasan bisnis, bersenang-senang, atau untuk langkah PDKT dengan seseorang yang kita sukai.  Bagi 1,8 milyar orang tersebut, Bahasa Inggris adalah bahasa kedua (second language) yang mungkin tidak kalah penting dengan bahasa pertama mereka dan dipelajari pada saat yang bersamaan dengan bahasa pertama, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mempergunakan bahasa tersebut tanpa banyak kesulitan.

Bagi kita, Bahasa Inggris sama mengerikannya dengan serangan zombie pemakan otak.


Tergambar: Bahasa Inggris

Pertanyaan yang paling sering kita dengar adalah kenapa Bahasa Inggris susah sekali untuk dipelajari, dan ada banyak jawaban yang bisa ditawarkan untuk itu.  Yang paling sederhana adalah dengan melihat dari asal-usul bahasa tersebut.  Bahasa Inggris adalah gabungan dari bahasa para suku Germanic dengan dialek/aksen Anglo Frisian dan Old Saxon, bahasa para leluhur orang Inggris, yang kemudian digabungkan kembali dengan pengaruh yang besar dari Bahasa Latin dan juga Bahasa Perancis.  Semua bahasa tersebut dipotong bagian-bagian yang tidak penting, kemudian bagian-bagian yang berguna seperti tata bahasa dan kosakata dijahit kembali menjadi satu bahasa yang utuh sebelum dikembangkan perlahan-lahan menjadi Bahasa Inggris yang kita kenal sekarang.

Singkatnya, Bahasa Inggris adalah Frankenstein Monster.  Dan ketakutan kita menjadi sangat beralasan.


Tergambar: Bahasa Inggris

Sebagai akibat dari penggabungan demikian banyak bahasa, banyak sekali terdapat peraturan tata bahasa yang simpang siur dan terkadang tidak bisa dipahami oleh Native Speaker, orang yang mempergunakan Bahasa Inggris sebagai first language, sekalipun.  Untuk apa menuliskan kata "hantu" sebagai "ghost" sementara lafalnya adalah "gost"?  Mungkin ini adalah akar dari bahasa Perancis, yang sering tidak mengucapkan huruf "h", tetapi bila demikian, kenapa "meniup" ditulis "blow" dan diucapkan "blo"?  Kenapa "hati" ditulis "heart" dan dibaca "hart"?  Kenapa bila berada didalam rumah, tangga disebut "stairs" sementara bila diluar rumah, tangga disebut "steps"?  Kenapa pendatang dari luar negeri dan makhluk luar angkasa sama-sama disebut sebagai "Alien"?


"My name is Punjab.  I am from India."

Bagi orang Indonesia, mungkin hal yang paling aneh dari Bahasa Inggris adalah sesuatu yang saya sebut "The Isamareaan".  Meski namanya cukup menyeramkan, The Isamareaan bukanlah setan jahat yang secara rahasia disembah oleh para Native Speaker, dan juga bukan semacam makhluk luar angkasa yang menurunkan bahasa Inggris untuk menjadi bahasa yang kelak akan dipergunakan diseluruh dunia, sebagai bagian dari rencana mereka untuk menguasai Bumi.


...mungkin.

"The Isamareaan" adalah sebutan pribadi saya untuk artikel yang paling sering dipergunakan didalam  Bahasa Inggris: "the", "is", "am", "are", "a" dan "an".  Tiga diantaranya bahkan sangat vital di dalam komunikasi sehingga dikategorikan sendiri sebagai "to be", yaitu "is", "am" dan "are".  Saya yakin, ini adalah sesuatu yang pasti sudah sering anda dengar bahkan sejak jauh sebelum masa SMA anda.  Lalu untuk apa memperkenalkan lagi konsep keenam artikel yang sudah sama tuanya dengan usia Arnold Schwarzenegger di dalam tulisan ini?  Karena sama seperti Arnold Schawrzenegger, kesalahan penggunaan keenam artikel ini adalah yang paling sering dilakukan dalam komunikasi sehari-hari, dengan akibat yang cukup fatal yang selalu pasti terjadi.


"Ahl be BAK!"

Untuk mengulas ulang, "The Isamareaan" dipergunakan untuk fungsi penjelasan (deskriptif) untuk menegaskan atau untuk menjelaskan sebuah kata benda, dengan "the", "a" dan "an" secara spesifik dikhususkan untuk hal tersebut.  "The" dipergunakan untuk menunjuk sebuah benda yang spesifik, sementara "a" dan "an" dipergunakan secara bergantian untuk menunjuk benda manapun secara umum.  Contoh:

- Jika hanya ada sebuah buku di atas meja: "Let's read the book".

- Jika ada beberapa buku di atas meja: "Let's read a book".

- Jika menyebutkan salah satu dari kumpulan sesuatu: "I saw an elephant at the zoo today"

- Jika ada yang mengetuk pintu: "Can someone open the door, please?"


Tapi bila pintunya seperti ini: DON'T open the door!

Sebagai aturan yang mudah diingat, "a" dipergunakan pada saat huruf pertama dari kata benda tersebut adalah konsonan.

Contoh: a boy, a car, a doll  

Hal ini juga berlaku apabila huruf pertama dari kata benda tersebut terdengar seperti sebuah konsonan 

Contoh: a university [lafal: yoo-ni-ver-si-ti], a unicycle [lafal: yoo-ni-sai-kel] 

Sebaliknya, "an" dipergunakan apabila huruf pertama dari kata benda tersebut adalah vokal 

Contoh: an apple, an egg, an owl

Hal yang sama juga berlaku apabila huruf pertama dari kata tersebut adalah huruf h yang tidak dibunyikan 

Contoh: an hour [lafal: our], an historical event [lafal: is-to-ri-kal i-vent]  

Selain itu, peraturan ini juga berlaku untuk singkatan dimana huruf pertamanya memiliki bunyi yang sama dengan vokal.  

Contoh: an FBI agent [lafal: eff-bi-ai], an MSDS report [lafal: emm-ess-di-ess]

Akan tetapi, semua peraturan diatas kembali berubah apabila ada kata lain yang mendahului kata benda tersebut.  Jika hal tersebut terjadi, maka yang dipergunakan sebagai penentu penggunaan artikel "a/an" adalah huruf awal dari kata yang mengawali, dan bukan huruf awal dari kata benda tersebut.

Contoh: a difficult offer, an active cat, a pink elephant, an angry reader


An angry reader of this article

Kenapa semua hal tersebut di atas penting untuk dibahas?  Karena pada umumnya para Native Speaker memiliki budaya untuk merincikan segala sesuatunya, dan hal tersebut tercermin didalam bahasa yang mereka pergunakan serta merupakan inti utama dari terciptanya "to be".  Bagi anda yang lupa, "to be" adalah sebutan untuk artikel "is", "am" dan "are" yang biasanya dipergunakan untuk menjelaskan sebuah subyek.  "Is" adalah artikel yang dipergunakan untuk subyek "he", "she" dan "it", "am" dipergunakan untuk subyek "I", dan "are" dipergunakan untuk subyek jamak seperti "we" dan "they" serta penunjuk orang kedua, "you".

Sifat yang spesifik dari "to be" ini tercermin dari kaitannya dengan waktu pengucapan atau penyampaian dari kalimat tersebut.  "Is", "am" dan "are" semuanya dipergunakan untuk menyatakan sesuatu yang ada pada satu saat tertentu, dan merubah bentuk mereka akan mengubah seluruh maksud dari kalimat tersebut.  "There is a market over there" berarti pada saat ini ada sebuah pasar di tempat tersebut, sementara "There was a market over there" berarti pada suatu saat pernah ada pasar di tempat tersebut.  "He is a man" menyatakan sebuah fakta yang biasa saja, sementara "He was a man" dapat berarti sesuatu yang lebih mengerikan.


He WAS a man!

Hal ini adalah masalah yang paling menonjol ketika sedang mempelajari Bahasa Inggris, karena secara struktural Bahasa Indonesia tidak memberikan fungsi tersebut didalam tata bahasanya.  Implikasi waktu harus disebutkan dengan jelas ("Dulu disitu ada sebuah pasar") dan tidak bisa disiratkan dengan menggunakan sebuah artikel.  Sebagai akibatnya, kita sering salah atau bahkan sama sekali tidak mempergunakan artikel-artikel tersebut ketika berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.  Sekarang coba bayangkan di dalam keseharian anda, ketika berbicara atau berkomunikasi dengan klien, apa yang akan terjadi bila artikel-artikel tersebut salah dipergunakan?

Bayangkan didalam surat yang kita sampaikan kepada klien mengenai pembayaran tagihan, dimana klien kita sudah membayar tagihan tersebut dan bukti pembayaran akan dikirimkan oleh kita dalam tujuh hari.  Kalimat yang seharusnya berbunyi "The client has paid and confirmation shall be sent in seven (7) days" akan sangat berbeda artinya apabila tertulis sebagai "The client is paid and confirmation shall be sent in (7) days."  Alih-alih klien yang membayar kita, justru sebaliknya, kalimat kedua tadi justru mengatakan kita yang telah membayar klien dan meminta klien untuk mengirimkan buktinya dalam waktu tujuh hari.


YOU PAY NOW!!  NOOOOOWW!!

Membingungkan?  Memusingkan?  Membuat marah?  Selamat datang ke Bahasa Tersulit, alias "The Hardest Language"!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar